Sunday, July 15, 2012

Video Burung Kiwi yang Bikin Sedih + Menangis..

kita semua tahu bahwa burung kiwi itu adalah jenis burung tidak memiliki sayap dan otomatis tidak bisa terbang layaknya kebanyakan burung yang ada di alam.

Di dalam video yang berdurasi 3 menit ini diceritakan seekor burung kiwi yang memiliki impian yang sangat tidak mungkin ini sedang sibuk memasang pohon pada sebuah dinding tebing jurang yang dalam dengan menggunkan tali untuk menahan sementara dan menggunakan banyak paku agar pohon tidak jatuh, dengan segala kemampuan yang ia kerahkan akhirnya banyak pohon yang dapat ia pasang pada dinding tebing jurang, sehingga kumpulan pohon yang dipasang menyerupai seperti hutan namun dengan posisi vertikal.

Akhirnya burung kiwi kecil itupun terjun bebas ke jurang dengan melewati pohon-pohon yang telah ia pasang sebelumnya sambil merasakan (berhayal) bagaimana rasanya terbang melintasi sekelebat pohon dalam hutan dan saking sangat berbahagianya, tak terasa ia meneteskan air mata sebelum akhirnya..........




Impian itu perlu pengorbanan, walaupun terkadang itu bisa membunuh, itulah impian! Get it or Die! 
pelajaran apa  yang kalian bisa petik dari video unik burung kiwi ini ???











(jelajahunik)
Read More - Video Burung Kiwi yang Bikin Sedih + Menangis..

Sunday, June 17, 2012

"Cerai" setelah "bercinta" selama 115 tahun

Bibi dan Poldi (Foto: Longislandpress & Dailycaller)
WINA - Bukan hanya manusia menjalani hari-harinya dengan penuh cinta. Momen indah itu, ternyata bisa juga dialami sepasang kura-kura yang telah hidup selama lebih dari satu abad. Sepasang kura-kura itu bernama Bibi dan Poldi.

Sayangnya, 'pernikahan' mereka harus kandas, setelah 115 tahun menjalin kebersamaan, lantaran salah satu dari kura-kura itu menggigit bagian dari tempurung pasangannya.

Dilansir Digitalspy, Sabtu (16/6/2012), kedua sejoli binatang yang dirawat di kebun binatang, Happ Reptile Zoo di Austria itu, terpaksa harus dipisahkan. Langkah tersebut dilakukan oleh staf kebun binatang agar bagian tempurung Poldi tidak mengalami kerusakan yang lebih parah lagi.

Belum diketahui penyebab pertengkaran salah satu dari mereka. Bahkan, staf kebun bintang itu sampai memberikan aphrodisiacs (obat perangsang) khusus reptil untuk menenangkan kemarahan mereka, serta membuat mereka bisa rujuk kembali.

Bos kebun binatang, Helga Happ mengatakan, "untuk beberapa alasan, mereka tidak bisa berdiri satu sama lain saat ini, namun kami berharap mereka dapat berbaikan (kembali)."

Kendati staf kebun binatang kecewa karena usia 'pernikahan' hewan itu harus berakhir, namun mereka menyadari bahwa tindakan pemisahan itu harus dilakukan. Sehingga, reptil dengan bobot 100 kilogram itu tidak sampai membunuh satu sama lain.

Kura-kura dikenal mampu hidup selama 150 tahun atau lebih. Sehingga, ada harapan bahwa pasangan itu bisa memperbaiki keadaan mereka saat ini.

"Kami punya staf yang mencoba untuk menangani masalah itu. Melibatkan keduanya untuk berinteraksi dan kami berharap mereka bisa menemukan harmoni mereka kembali," ujar Happ.

Dari Wikipedia, kura-kura adalah keluarga reptil yang hidup di darat. Seperti sepupu laut mereka, penyu laut, kura-kura memiliki tempurung yang melindunginya dari predator.

Hewan yang dikenal memiliki gerakan lamban ini memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hinggu mampu mencapai panjang dua meter.

Sebagian besar kura-kura darat adalah hewan herbivora, memakan rumput, gulma, sayuran hijau, bunga serta beberapa buah-buahan, tetapi ada juga beberapa spesies omnivora dalam keluarga hewan tersebut.



(sumber)
Read More - "Cerai" setelah "bercinta" selama 115 tahun

Saturday, May 12, 2012

Kupu-kupu ternyata ada yang Waria!!

Papilio rumanzovia (foto: Dailymail)
 HERTFORDSHIRE - Ternyata bukan cuma manusia saja yang bisa berkelamin ganda. Kupu-kupu juga punya kesempatan satu dari 10 ribu untuk dilahirkan sebagai serangga 'waria'.

Perbedaan kupu-kupu waria dengan kupu-kupu normal terlihat jelas melalui warna sayapnya. Kupu- kupu waria memiliki warna pink yang merupakan penanda betina di satu sayapnya, sedangkan sayap lain berwarna biru sebagai penanda jantan. Serangga ini memiliki nama ilmiah Papilio rumanzovia.

Serangga dalam kondisi seperti ini dikenal sebagai gynandromorph. Menetasnya serangga waria ini dari kepompong membuat para ilmuwan terkejut. Pasalnya kesempatan serangga lahir seperti ini hanya sekira 0,01 persen saja.

Kupu-kupu tersebut menetas di Butterfly World Project di Chriswell Green, Hertfordshire yang ditemukan seorang bocah saat berdarmawisata. Demikian diwartakan Dailymail, Sabtu (12/5/2012).

Menurut para ilmuwan, kondisi tersebut muncul dipicu kagagalan pemisahan kromosom ketika terjadi pembuahan. "Saya merasa sangat istimewa, karena bisa melihat fenomena langka ini di Butterfly World, terutama di masa awal karir saya," ujar Butterfly World's Chief Lepidopterist Lousie Hawkins.



(Sumber)
Read More - Kupu-kupu ternyata ada yang Waria!!

Wednesday, May 9, 2012

Sendawa & Buang Angin Dinosaurus Penyebab Pemanasan Global

Ilustrasi (Foto: Newslite)
LIVERPOOL - Ilmuwan telah mengklaim terjadinya pemanasan global sekira 150 juta tahun lalu. Hal itu disebabkan oleh sendawa dan buang anginnya hewan purbakal, dinosaurus.

Dilansir Newslite, Rabu (9/5/2012), para peneliti dari Liverpool John Moores University mengatakan beberapa dinosaurus raksasa pasti akan menderita gas setelah memakan tanaman berdaun. Ilmuwan percaya gas atau buang angin yang dihasilkan dinosaurus bisa berdampak terhadap pemanasan Bumi.

Sama halnya ketika sapi melakukan proses pencernaan yang mengeluarkan gas metana. "Sebuah model matematis sederhana menunjukkan mikroba yang tinggal di dinosaurus sauropoda kemungkinan telah menghasilkan metana yang cukup terhadap efek pada iklim mesozoikum," ujar Dave Wilkinson dari Liverpool John Moores University.

Saurupoda akan melakukan hal yang sama seperti yang terjadi pada pencernaan sapi, namun dengan bobot 20 ton, tentu memiliki kuantitas gas yang lebih besar. "Perhitungan kami menunjukkan dinosaurus ini bisa menghasilkan lebih banyak metana ketimbang semua sumber modern, baik alam maupun buatan manusia," terangnya.

Ilmuwan memprediksi sauropoda memancarkan sebanyak 520 juta ton emisi metana global per tahun. Jumlah tersebut sama bila diakumulasi dengan semua hewan dan aktivitas industri pada saat ini.

Sementara itu, beberapa waktu lalu terungkap kepunahan dinosaurus bukan disebabkan karena hantaman Asteroid. Para ilmuwan kini tengah menganalisis perbedaan dari variabilitas struktur tubuh pada kelompok-kelompok dinosaurus tertentu. Dengan melihat perubahan pada variabilitas itu, peneliti bisa membuat gambaran kasar mengenai kelangsungan hidup keseluruhan binatang purba tersebut.






(Sumber)
Read More - Sendawa & Buang Angin Dinosaurus Penyebab Pemanasan Global

Thursday, May 3, 2012

Singa Salah Persepsi!!!!!!!!!

Seorang anak laki-laki bernama Jack, di kebun Binatang Oregon, Sedang menggunakan kaos hitam putih layaknya seekor zebra, Ketika seekor Singa mencoba menyerangnya karena menganggap anak itu adalah zebra. Serangan itu hanya dihentikan oleh pembatas kaca yang ada di antara keduanya. Berikut Foto-foto + videonya (video ada di paling bawah):



(Sumber)
Read More - Singa Salah Persepsi!!!!!!!!!

Fosil Kutu Raksasa Ditemukan.....

(Foto: Ibtimes.co.uk)

 BEIJING - Ilmuwan asal China menemukan fosil kutu raksasa yang dikenal dengan nama Pseudopulex Magnus. Hewan tersebut kabarnya memiliki ukuran tubuh sekira 10 kali dari kutu pada hewan peliharaan.

Dilansir International Business Times, Kamis (3/5/2012), kutu yang ditemukan di wilayah Mongolia, China tersebut dipercaya menghisap darah dinosaurus pada zamannya sekira jutaan tahun lalu. "Ini adalah serangga yang jauh lebih besar dari kutu modern. Dari ukuran proboscis (serupa belalai) pada kutu tersebut, kami bisa katakan bagian itu memiliki fungsi tersendiri," ujar profesor Emeritus of Zoology di Oregon State University, George Poinar.

Studi ini menyatakan, meskipun kutu tersebut terlihat serupa dengan kutu modern, namun mereka tidak identik. Ilmuwan meyakini kutu raksasa itu memiliki garis keturunan yang terpisah dan akhirnya punah.

Para ilmuwan menemukan tubuh kutu raksasa itu memiliki bentuk yang datar seperti bedbug (kutu busuk). Selain itu, kutu raksasa ini juga memiliki cakar berbentuk panjang yang bisa menembus kulit dinosaurus, sehingga kutu tersebut bisa menghisap darahnya.

Sedangkan, ilmuwan mengatakan bahwa kutu modern memiliki antena lebih pendek serta mampu bergerak cepat pada bulu hewan peliharaan. "Anda tidak akan berbicara mengenai masa lalu yang indah apabila anda digigit oleh serangga ini. Ini akan terasa seperti jarum suntik, sengatan kutu. Kita bisa bersyukur kutu modern tidak sebesar ini," ungkap Poinar.

"Ini benar-benar fosil yang terawat baik. Temuan ini memberi sekilas gambaran kehidupan pada masa lampau, pada zaman Cretaceous (kapur) dan Jurassic," tambahnya.

Meskipun kutu modern tidak sebesar kutu raksasa di zaman purba, namun kutu modern juga bisa merugikan. Hampir sebagian anjing atau kucing telah lolos dari serangan kutu modern itu. Hewan kecil itu juga bisa membawa penyakit bagi manusia, seperti penyakit bubonic plague (pes) yang konon menewaskan hingga 75 juta orang.

Sekilas mengenai penyakit pes, pes adalah penyakit yang disebabkan oleh enterobakteria yersinia pestis (dinamai oleh bakteriolog asal Perancis A.J.E. Yersin). Penyakit pes dibawa oleh hewan pengerat (terutama tikus). Wabah penyakit ini kerap kali terjadi di berbagai belahan dunia dan telah menimbulkan korban jiwa yang besar.


(Sumber)
Read More - Fosil Kutu Raksasa Ditemukan.....

Thursday, April 26, 2012

Mohon Dibaca Posting ini (Sambil menahan air mata)

Ratusan Anjing yang akan disembelih dan disajikan di restoran Cina diselamatkan, ketika truk yang mengangkut Anjing-anjing itu dicegat oleh aktivis-aktivis perlindungan hewan. Berikut foto-fotonya:
Read More - Mohon Dibaca Posting ini (Sambil menahan air mata)