Tuesday, September 11, 2012

Kondisi Memburuk, Kodak Pangkas 1000 Karyawan lagi

Kodak (Reuters)
Dampak berpindahnya fokus bisnis Kodak akibat kondisi buruk yang dialami perusahaan makin terasa. Perusahaan ini berencana untuk kembali melakukan pemangkasan karyawan.

Kodak, yang gagal beradaptasi di era digital, tidak mengatakan lokasi mana yang diberlakukan PHK ini. Namun yang pasti pemotongan sebanyak 1.000 pekerjaan tersebut bakal dilakukan hingga akhir tahun 2012.

Dikutip detikINET dari NBCNews, Selasa (10/9/2012), Kodak berharap akan bisa menghemat sebanyak USD 300 juta sebagai hasil dari keputusan berat itu. Ke depannya, Kodak masih akan terus berusaha mencari cara untuk mengurangi pengeluaran.

Sejak Januari tahun ini, Kodak melakukan upaya untuk menjual paten-paten digital imagingnya guna mengumpulkan uang. Sayang, Kodak harus menelan kekecewaan sebab tawaran yang datang tidak setinggi yang diharapkan.

PHK pada 1.000 karyawan ini menyusul pemangkasan 2.700 pekerjaan yang dilakukan sejak awal tahun ini. Dalam pengumuman pemecatan tersebut, Kodak mengatakan, "Analisa lebih lanjut mengenai pengurangan tenaga kerja dan operasional tengah berlangsung".

Jumlah karyawan Kodak memang terus menurun. Di masa keemasannya, Kodak memiliki sekitar 145.000 pekerja, namun Reuters melaporkan jumlah pegawai Kodak pada akhir tahun lalu berjumlah sebanyak 17.100 orang.



(sumber: detik.com)
Read More - Kondisi Memburuk, Kodak Pangkas 1000 Karyawan lagi

7 Fakta Mengenai Tragedi 11 September

Meski 11 tahun telah berlalu, namun tragedi 11 September 2001 masih terus membekas dalam kehidupan sebagian besar warga Amerika Serikat (AS), terutama keluarga korban. Peringatan yang digelar setiap tahunnya terkadang kembali membuka kisah lama dan mengungkap kepiluan keluarga korban.

Di samping peringatan dan keharuan keluarga korban, terdapat hal-hal yang belum diketahui banyak orang terkait insiden tragis ini. Berikut 7 fakta yang perlu Anda ketahui soal tragedi 11 September, seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Selasa (11/9/2012):


Hanya 20 Orang Selamat dari Tragedi 9/11

Menurut hasil penelitian terhadap para korban selamat tragedi 9/11, hanya ada 20 orang yang berhasil ditarik dari reruntuhan bangunan dalam keadaan selamat. Di antara korban selamat, terdapat dua anggota kepolisian wilayah setempat, Port Authority, yakni John McLoughllin dan William Jimeno. Keduanya berhasil diselamatkan setelah terjebak dalam reruntuhan bangunan masing-masing selama 13 jam dan 21 jam. Kisah keduanya kemudian difilmkan oleh sutradara Oliver Stone dalam film berjudul 'World Trade Center' yang dirilis tahun 2006.

Kisah selamat lainnya berasal dari seorang insinyur bangunan bernama Pasquale Buzzelli dan sekretarisnya, Genelle Guzman. Keduanya yang berkantor di lantai 64 Menara Utara WTC, terjebak dalam reruntuhan selama berjam-jam. Buzzelli mengalami patah kaki dan gegar otak ini sempat pingsan selama 3 jam sebelum akhirnya diselamatkan petugas penyelamat. Sedangkan Guzman baru berhasil diselamatkan setelah terjebak di bawah reruntuhan selama lebih dari 27 jam.


Korban Tewas Berasal dari 80 Negara
 
Total korban tewas dalam tragedi 9/11 ini nyaris mencapai 3.000 orang. Korban tewas tersebut tidak hanya berasal dari Amerika Serikat saja, namun juga negara lain. Korban tewas berasal dari lebih 80 negara, antara lain Jepang, Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Swiss, India, Meksiko, Brasil, Afrika Selatan, Kanada, termasuk Indonesia. Namun warga asing yang paling banyak menjadi korban berasal dari Inggris, di mana dari total 372 warga asing yang tewas, sekitar 67 orang di antaranya berkewarganegaraan Inggris.


Kebakaran Baru Bisa Dipadamkan 99 Hari Kemudian
 
Dua pesawat yang menabrakkan diri ke Menara Kembar WTC memicu kebakaran hebat pada kedua gedung yang pernah tercatat sebagai gedung tertinggi di dunia ini. Bahkan kebakaran ini baru bisa benar-benar dipadamkan sekitar 99 hari setelah kejadian. Selama itu, petugas pemadam terus berusaha memadamkan bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan gedung bertingkat tersebut.

Api kebakaran pertama muncul setelah pesawat pertama menabrak Menara Utara WTC pada pukul 08.46 waktu setempat, 11 September 2001 silam. Petugas pemadam menyatakan api benar-benar padam pada 19 Desember 2001.


Bukan Kebakaran Penyebab Utama Menara Kembar Rubuh
 
Awalnya muncul klaim bahwa penyebab rubuhnya menara kembar WTC adalah karena kebakaran yang melanda kedua gedung tersebut. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar, karena api yang membakar gedung WTC tidak mampu melelehkan baja yang menjadi kerangka gedung tersebut.

Rubuhnya menara kembar tersebut sebenarnya dilakukan dengan sengaja, yakni dengan menggunakan peledak yang disetting dengan timer. Peledakan menara kembar dilakukan secara vertikal oleh petugas pemadam agar tidak berdampak pada gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekelilingnya.


Bukan 2, Melainkan 3 Menara WTC yang Rubuh dalam Tragedi 9/11
 
Selama ini diketahui bahwa Menara Kembar WTC rubuh total dalam tragedis 9/11 ini. Namun ternyata ada satu gedung lagi yang ikut rubuh pada sore hari setelah kejadian. Menara WTC 7 yang memiliki 47 lantai dan tercatat sebagai salah satu bangunan terbesar di kawasan Manhattan, rubuh akibat serangan teroris tersebut.

Namun rubuhnya menara ini tidak begitu terekspos oleh media massa karena gedung ini bukan rubuh karena ditabrak pesawat. Diyakini bahwa menara WTC 7 rubuh karena dipicu 'kerusakan rembetan' dari rubuhnya Menara Kembar WTC.

"Kehancuran total bangunan pencakar langit ketiga terjadi pada 11 September 2001 sore hari, seolah-oleh dianggap bukan sebagai peristiwa penting... sebagian besar orang memang tidak pernah melihat rubuhnya menara WTC 7 ini.. Sangat mustahil untuk menemuki bukti virtual yang menunjukkan atau menyebutkan rubuhnya menara WTC 7 dalam surat kabar, majalah ataupun laporan televisi setelah 11 September," demikian laporan Komisi 9/11.


Besi & Baja Sisa Rongsokan Gedung WTC Dijual
 
Tidak hanya memakan banyak korban tewas, tragedi 9/11 ini juga menyisakan sekitar 185.101 ton besi rongsokan bekas Menara Kembar WTC yang rubuh. Ke mana perginya besi-besi ini? Ternyata didaur ulang tanpa dilakukan pemeriksaan untuk mencari alat bukti. Besi-besi ini dilelehkan kemudian dikirimkan ke China dan India menggunakan kapal. Sebuah perusahaan China, Baosteel memberi 50 ton besi sisa gedung WTC ini seharga US$ 120 per ton. Sedangkan sisanya dilaporkan digunakan untuk melengkapi sejumlah monumen 9/11 di 50 negara bagian AS.

Tindakan pemerintah setempat ini sempat menuai kemarahan warga dan dinilai sebagai bentuk kejahatan federal. Menanggapi hal ini, Walikota New York City Michael Bloomberg memiliki pendapat sendiri.

"Jika Anda ingin melihat lagi metode dan desain bangunan tersebut, pada zaman ini bisa dilakukan dengan komputer. Dengan melihat dan mengamati potongan-potongan besi saja tidak bisa memberitahu Anda apapun," tutur Bloomberg.


Satu Perusahaan Besar Kehilangan 2/3 Karyawannya
 
Menara Kembar WTC merupakan pusat perkantoran dan bisnis yang ramai di kawasan Manhattan, New York, AS. Sebagian besar korban tewas dalam insiden ini merupakan orang-orang yang berkantor di gedung WTC tersebut. Salah satunya sebuah perusahaan jasa keuangan holobal bernama Cantor Fitzgerald.

Kantor pusat perusahaan ini terletak di lantai 101 hingga 105 pada salah satu menara WTC. Tragis, tragedi 9/11 ini menewaskan 658 karyawan Cantor Fitzgerald, dari total 960 karyawan yang mereka miliki.

Hal ini sempat memberi dampak buruk pada dunia bisnis di New York. Namun untungnya, mereka berhasil bangkit setelah 10 tahun kemudian.

"Kita bisa saja menutup perusahaan ini dan menghadiri pemakaman rekan-rekan kita, atau kita bisa bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk membantu keluarga-keluarga mereka," ujar CEO Cantor Fitzgeald, Howard Lutnick, saat itu menyemangati para anak buahnya.

Setelah 10 tahun, Cantor Fitzgerald akhirnya mampu menyalurkan dana sebesar USD 180 juta untuk keluarga korban demi memenuhi janji atas biaya layanan kesehatan para karyawannya yang menjadi korban tragedi 9/11.



(sumber: detik.com)




Read More - 7 Fakta Mengenai Tragedi 11 September

Monday, July 16, 2012

Steven Tyler Keluar dari American Idol

Vokalis Aerosmith Steven Tyler menyatakan mundur dari ajang American Idol.
Steven Tyler mengaku dia ingin berkonsentrasi dengan bandnya.

Rocker gaek ini telah menjadi juri di American Idol sejak 2010 dan awalnya dijadwalkan akan kembali di musim ke 12 akhir tahun ini.
Tyler mengatakan dia telah mempertimbangkannya cukup ''lama'' dan ''sulit'' untuk menentukan apakah dia akan lanjut atau tidak.
Tetapi akhirnya dia memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali ke ''cinta pertamanya'', bandnya Aerosmith.
"Saya memutuskan ini adalah waktunya bagi saya untuk meninggalkan 'selingkuhan' saya American Idol sebelum dia memasak kelinci saya,'' ujar Tyler.
''Saya tersesat dari cinta pertama saya, Aerosmith, dan saya kembali - tetapi ketimbang memohon dengan tangan dan berlutut, saya mendapatkan dua kepalan tangan di udara dan saya menendang pintu terbuka dengan band saya,'' tambah Tyler.
Aerosmith saat ini tengah dalam tur Amerika bersama Tyler dan akan merilis album baru musim gugur nanti.

Legenda Rock 'n' Roll

American Idol yang dibuat menyusul kesuksesan Pop Idol di Inggris, pertama kali tayang pada tahun 2002 dan langsung meraih sukses besar, dengan menelurkan sejumlah bintang seperti Jennifer Hudson dan Kelly Clarkson.
Di tahun 2005, American Idol menjadi pertunjukan terbesar di televisi Amerika.
Tetapi sejak ditinggal Simon Cowell tahun 2010, ajang ini mulai kehilangan popularitas. Cowell sendiri meluncurkan program serupa American X-Factor, meski juga tidak terlalu berhasil di musim perdananya.
Di final musim ke 11 American Idol menarik 21,5 juta penonton, sebuah rekor yang rendah dan mengakhiri musim di peringkat ke dua rating, dengan rata-raya 20 juta penonton untuk tontonan tengah pekan.
Kepergian Steven Tyler bersamaan dengan terus turunnya rating kontes nyanyi di Amerika ini membuat Jennifer Lopez dikabarkan juga tengah mempertimbangkan masa depannya di American Idol.
Berbicara kepada Press Association setelah pengumuman mundurnya Tyler, Lopez mengatakan dia sedih mendengar hal tersebut dan akan mempertimbangkan nasibnya sendiri.
"Saya tidak bia membayangkan orang lain di sana sekarang, karena saya menghabiskan dua tahun duduk di sampingnya,'' kata Jennifer Lopez.
"Saya sayang Steven, dan kami menjadi dekat. Kami saling mendukung, jadi ini sulit mendengar bahwa dia tidak akan kembali.''
Lopez sendiri sudah mengindikasikan ada kemungkinan dia juga tidak akan kembali meski mendapat kontrak senilai US$12 juta dalam program ini.
"Semua harapan belum pupus, tidak semuanya, tetapi di waktu bersamaan, ada banyak hal yang harus saya pertimbangkan,'' katanya.
Spekulasi kini muncul terkait siapa yang menjadi juri baru di American Idol, nama Mariah Carey dan mantan finalis Adam Lambert mengemuka sebagai pilihan populer dari para penggemar American Idol.
Sementara itu Mark Darnell dari Fox selaku produser acara mengatakan: ''Kami sangat sedih Steven lebih memilih untuk fokus di musiknya, tetapi kami selalu tahu ketika kami mengontrak seorang legenda rock 'n' roll, dia akan kembali ke musiknya.''




(bbc indonesia)
Read More - Steven Tyler Keluar dari American Idol

Saturday, June 16, 2012

Air di Gaza tak aman dikonsumsi


Laporan menyebutkan kerusakan perang mengakibatkan sanitasi buruk dan krisis air

Laporan dari sejumlah organisasi kemanusiaan menyebutkan sumber air satu-satunya di Gaza berbahaya untuk diminum karena terkontaminasi pupuk tanaman dan limbah manusia.

Kedua organisasi itu, Save the Children dan Medical Aid for Palestinians mengatakan jumlah anak-anak yang dirawat karena diare naik dua kali lipat dalam lima tahun.

Mereka mengatakan blokade lima tahun Israel di wilayah itu tidak memungkinkan masyarakat setempat mendapat peralatan sanitasi penting.

Blokade itu harus dicabut "sepenuhnya", kata mereka.

Laporan berjudul, Anak-Anak Gaza: Tertinggal Jauh, itu menuturkan adanya kandungan nitrat dan kontaminasi zat lain dalam level tinggi di persediaan air utama.

Nitrat, ditemukan dalam tinja dan pupuk, terkait dengan meningkatnya kasus diare pada anak-anak sejak blokade terjadi.

Selain itu, laporan tersebut juga menyalahkan kerusakan akibat perang dan kurangnya investasi.

Keluarga-keluarga yang putus asa mulai beralih ke sumber air swasta, tanpa menyadari bahwa air itu juga terkontaminasi, seringkali 10 kali batas aman.

Sistem pembuangan di Gaza "rusak parah."

Wartawan BBC di Jerusalem Wyre Davies mengatakan bahwa Israel bersikeras blokade di Gaza telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Israel, mereka mengizinkan masuknya logistik dan bahan bangunan untuk merekonstruksi infrastruktur di Gaza dalam jumlah lebih banyak.

Tetapi laporan itu mengatakan apa yang dilakukan Israel masih kurang.

"Dalam hal prioritas untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Gaza, Israel harus mencabut blokade sepenuhnya untuk memungkinkan orang dan barang bergerak bebas keluar dan masuk dari Gaza," kata laporan tersebut, sekaligus menyerukan komunitas internasional dan Otoritas Palestina serta donatur bantuan untuk melakukan lebih banyak lagi.




(sumber)
Read More - Air di Gaza tak aman dikonsumsi