Thursday, September 13, 2012

Ajaib, setelah 7 tahun koma, pria ini terbangun setelah diberi obat tidur

Ayanda Nqinana (dok. sowetanlive)
Johannseburg, Afsel, Seorang pria asal Afrika Selatan sudah terbaring koma selama 7 tahun karena mengalami cedera otak parah. Ajaibnya, setelah bertahun-tahun 'tidur' ia justru bisa sadar dan terbangun setelah diberi obat tidur.

Ayanda Nqinana mengalami cedera otak parah setelah kecelakaan mobil di sepanjang jalan Eastern Cape pada tahun 2005. Dokter pesimis dengan kondisinya bahkan mengatakan kemungkinan besar pria asal Johannseburg, Afrika Selatan, ini tidak akan sembuh.

Tetapi sang istri Nomfundo yang baru-baru ini membaca surat kabar, menemukan artikel yang menceritakan kisah pasien koma yang akhirnya bisa siuman setelah mengonsumsi obat tidur Stilnox.

Ia pun bersikeras dan meminta dokter memberi suaminya obat tidur tersebut. Ajaib, lima hari kemudian Nqinana pun terbangun dari tidur panjangnya dan bisa berbicara.

Ia bahkan bisa mengenali kerabatnya, termasuk mengingat semua kejadian dan percakapan yang terjadi sebelum kecelakaan nahas tersebut.

"Ayavuya (putranya) begitu gembira dan terus mengatakan 'Bu! Ayah tahu namaku. Saya tidak akan pernah lupa hari saat Ayanda siuman. Itu adalah hari paling membahagiakan dalam hidup saya," ujar Nomfundo kepada TimesLive.co.za, Kamis (13/9/2012).

Meski Nqinana belum bisa melakukan percakapan dengan baik tapi ia bisa merespons dengan menggunakan bahasa isyarat seperti acungan jempol.

Dokter yang menangani Nqinana, Siyabulela Bungana, tetap tidak yakin tentang kemampuan Stilnox untuk membangunkan pasien dari koma, meskipun ini bukanlah kasus pertama kalinya. Bulan Desember tahun lalu, seorang pasien stroke kembali sadar setelah sekian lama koma.

Stilnox atau yang dikenal juga dengan Ambien, sebenarnya adalah obat resep yang digunakan untuk mengobati insomnia dengan memicu tidur. Obat ini mengandung Zolpidem, yang menurut studi dapat meningkatkan aliran darah ke otak khususnya yang terlibat dalam pemahaman bahasa.

Kini studi tentang rehabilitasi stroke dan Stilnox sedang berlangsung. John White di Moss Rehabilitation Center, Philadelphia, memimpin penelitian tersebut.

Sejauh ini dia telah menemukan bahwa kurang dari 10 persen dari pasien stroke dapat merespons obat Stilnox

"Kami belum bisa menyarankan keluarga tentang cara menggunakan obat ini secara klinis karena penelitian masih berada dalam tahap sangat awal," kata John White.


(sumber: detik.com)
Read More - Ajaib, setelah 7 tahun koma, pria ini terbangun setelah diberi obat tidur

Rambut Rontok/Botak? Ketahuilah Penyakit Penyebabnya!

(Foto: thinkstock)
Rambut rontok berlbihan dan menyebabkan kebotakan tidak hanya dialami oleh orang tua saja, tetapi dapat juga terjadi pada orang yang lebih muda dan bahkan anak-anak.

Selain disebabkan oleh faktor usia, kerontokan rambut juga dapat disebabkan oleh salah satu penyakit rambut.

Berikut adalah 5 macam penyakit rambut yang dapat menyebabkan kerontokan dan kebotakan, seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (13/9/12) antara lain:

1. Alopecia areata

Alopecia areata merupakan salah satu penyakit kehilangan rambut yang paling umum. Penyakit ini menunjukkan bahwa kondisi kulit tidak sehat dan menyebabkan kerontokan rambut yang parah.

Hal ini disebabkan oleh sel-sel darah putih tubuh yang menyerang folikel rambut dan menghancurkannya. Sistem imun tubuh mengalami gangguan dan menganggap folikel rambut sebagai kuman yang menyebabkan penyakit.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang benar-benar botak karena kemampuan rambut untuk tumbuh kembali telah hilang. Selain itu, masalah ini dapat menyebar ke seluruh tubuh juga. Alopecia areata ditandai dengan munculnya bercak kecil kebotakan pada kulit kepala dan bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh.

2. Alopecia universalis

Alopecia universalis hampir sama dengan alopecia areata, yang juga ditandai dengan kerontokan rambut di seluruh bagian tubuh. Satu-satunya perbedaan antara dua kondisi tersebut adalah penderita alopecia universalis dapat kehilangan rambut lebih banyak dan lebih cepat mengalami kebotakan.

3. Androgenic Alopecia

Rambut memiliki fase pertumbuhan tertentu, jika tahap pertama siklus hidup rambut (fase Anaga) mengalami kegagalan pertumbuhan, maka seseorang akan menderita androgenic alopecia.

Penyakit rambut rontok ini umumnya diwariskan dari keluarga dan gejala utamanya adalah karena produksi folikel rambut yang lebih tipis dari biasanya. Sehingga rambut akan terus menjadi lebih tipis dan lebih tipis, akhirnya layu dan memisahkan dari kulit kepala.

4. Telogen effluvium

Rambut memasuki fase istirahat (telogen) dimana pada fase ini rambut tidak akan tumbuh sejenak. Tetapi jika rambut mengalami fase istirahat terlalu lama, rambut dapat rontok dan menjadi lebih tipis dari waktu ke waktu.

Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi hampir setengah dari total rambut dan dapat berlangsung sampai tiga bulan. Beberapa penyebab umum telogen effluvium termasuk gizi buruk, stres dan ketidakseimbangan hormon.

5. Tinea capitis

Kondisi ini ditandai dengan bercak pada kulit kepala akibat infeksi jamur dan sering dikenal sebagai kurap kulit kepala. Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kulit kepala, tetapi juga alis dan bulu mata. Tinea capitis sebagian besar mempengaruhi anak-anak di bawah usia 10 tahun.



(sumber: detik.com)
Read More - Rambut Rontok/Botak? Ketahuilah Penyakit Penyebabnya!

Tuesday, July 10, 2012

Bakteri Pemakan Racun Ditemukan!!!!

Bakteri GFAJ-1 (foto: Live Science)
WASHINGTON - Sebuah bakteri unik ditemukan dapat bertahan dari racun arsenik. Selain bertahan dari arsenik, bakteri tersebut juga menyatukan racun itu dengan DNA-nya.

Diwartakan Live Science, Selasa (10/7/2012), hasil riset tersebut didetilkan secara daring (online) dalam jurnal Science. Riset baru ini membantah sebuah temuan pada Desember 2010 dan jika dikonfirmasi, riset ini akan merevolusi pendapat kita tentang kehidupan.

"Jika benar temuan ini akan memilikidampak penting bagi pemahaman kita tentang kebutuhan dasar hidup, karena semua bentuk kehidupan yang diketahui di Bumi menggunakan enam elemen yaitu oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen, fosfor dan belerang," menurut sebuah pernyataan dimuat dalam Science.

Bila organisme di Bumi ditemukan bertahan hidup tanpa salah satu elemen tersebut, hal ini bisa berarti kehidupan di planet lain (dan juga kita sendiri) akan lebih mudah beradaptasi dari yang diperkirakan.

Pemimpin riset pada 2010 silam, Felisa Wolfe-Simon telah mengakui kadar fosfat dalam penelitiannya sangat rendah. Sehingga, mereka menyimpulkan kontaminasi yang terjadi tidak cukup untuk menumbuhkan GFAJ-1 (nama bakteri tersebut).

Sekarang, dua studi terpisah itu menemukan bahwa medium yang dipakai Wolfe-Simon tidak cukup mengandung fosfat untuk mendukung pertumbuhan GFAJ-1. Pasalnya GFAJ-1, beradaptasi dengan baik di lingkungan dengan kadar arsenik tinggi.

Wolfe-Simon dan rekan-rekannya menemukan bakteri di Danau Mono, California. DI tempat itulah mereka menemukan bukti, extremophiles dapat memakan arsenik untuk bertahan hidup tanpa adanya fosfor. dimana diketahui sebelumnya, fosfor meupakan unsur yang telah lama diidentikan dengan bahan penting yang menopang kehidupan makhluk hidup.

(okezone)
Read More - Bakteri Pemakan Racun Ditemukan!!!!

Thursday, June 21, 2012

Anjing Bisa Cegah Asma!!!

mid-day.com
Mikroba yang tumbuh pada anjing peliharaan ternyata dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah asma pada anak. Memang terdengar agak aneh, namun itulah hasil penelitian terbaru.
Bayi yang terinfeksi parah respiratory syncytialvirus(RSV) atau virus yang menyerang sistem pernafasan memiliki peluang peningkatan penyakit asma. Studi terbaru itu menemukan bakteri dalam debu rumah dengan anjing mungkin memiliki efek protektif terhadap RSV.
"Temuan ini langkah pertama menuju penciptaan terapi untuk melindungi bayi terhadap RSV, karena itu mengurangi terjadinya asma dalam jangka panjang," kata Dr Kei Fujimura, ahli biologi molekuler di Universitas California, San Francisco dan yang mempresentasikan hasil temuannya pada Rapat Umum 112 dari American Society for Microbiologi.
Seperti dikutip dari msnbc, dalam penelitian sebelumnya menunjukkan komunitas bakteri dalam debu rumah tangga menjadi berbeda ketika rumah itu juga ditinggali seekor anjing. Anak yang hidup dengan anjing peliharaan memiliki kemungkina lebih rendah terserang asma.
Penelitian ini dengan mengumpulkan debu dari rumah yang memilihara anjing, dicampur dalam solusi dan diuji coba ke tikus percobaan. Setelah delapan hari, hewan-hewan ini diberi RSV. Respon kekebalan tubuh mereka dibandingkan dengan kelompok lain yang terinfeksi RSV dan tidak diberi debu adalah tetap sehat.
Tikus yang diberi debu rumah tidak mengalami peradangan dan produksi lendir gejala RSV.
"Dalam penelitian ini kami dapat memanipulasi biota mikro usus dan ini mempengaruhi respon kekebalan di paru-paru," kata Fujimura.
Fujimura mengatakan hasil ini mendukung hipotesis bahwa paparan hewan pada anak usia dini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan perkembangan asma dan alergi lainnya.
Profesor Suresh Mahalingam, seorang ahli virus di Universitas Griffith di Brisbane, mengatakan bahwa ini merupakan area yang penting dari penelitian untuk mempengaruhi 90 persen anak-anak di seluruh dunia.
"Apakah percobaan ini relevansi dengan manusia, belum ditampilkan, upaya ke depan adalah untuk melakukan beberapa studi berbasis populasi untuk melihat apakah ada korelasi antara berkurangnya infeksi RSV terhadap anak yang tinggal bersama anjing peliharaan," sambungnya.



(Sumber: Inilah.com)
Read More - Anjing Bisa Cegah Asma!!!

Saturday, May 12, 2012

Wanita Vietnam 28 tahun,dengan penyakit penuaan langka yang membuatnya tampak seperti nenek-nenek


 Seorang wanita Vietnam dengan gangguan penuaan langka yang menggerogotinya akhirnya menjalani operasi korektif.

Nguyen Thi Ngoc Mai, 28 tahun, pertama kali didiagnosis dengan sindrom Werner diusia 10 tahun, tapi karena kendala keuangan orangtuanya, ia tidak bisa mendapatkan pengobatan yang diperlukan.

Ia menjalani operasi plastik untuk mengembalikan penampilannya menyusul konsultasinya di China Medical University Hospital di Taiwan tengah.
Nguyen Thi Ngoc Mai: sebelum operasi

Nguyen Thi Ngoc Mai: sesudah operasi
Mai dengan gembira berkata: Saya merasa seperti dilahirkan kembali, dan ada harapan dalam hidup saya lagi. 


Dokter mengatakan bahwa operasi Mai adalah operasi pertama dari jenis penyakitnya di Taiwan. Dan mereka mengharapkan untuk mempertahankan gaya hidup sehat selama ia menghindari matahari.


                        Mai berpose dengan kakaknya, kiri, mengikuti prosedur di Taiwan







Read More - Wanita Vietnam 28 tahun,dengan penyakit penuaan langka yang membuatnya tampak seperti nenek-nenek